Latar Belakang lahirnya koperasi

Posted: Oktober 10, 2011 in Uncategorized

Koperasi  merupakan  lembaga  dimana  orang-orang  yang  memiliki
kepentingan  relatif  homogen  berhimpun  untuk  meningkatkan  kesejahteraannya. Konsepsi  demikian  mendudukkan  koperasi  sebagai  badan  usaha  yang  cukup strategis  bagi  anggotanya  dalam  mencapai  tujuan-tujuan  ekonomis  yang  pada gilirannya  berdampak  kepada  masyarakat  secara  luas.  Di  sektor  pertanian misalnya,  peranserta  koperasi  di  masa  lalu  cukup  efektif  untuk  mendorong peningkatan produksi khususnya di subsektor pangan. Selama era tahun 1980-an,
koperasi  terutama  KUD  mampu  memposisikan  diri  sebagai  lembaga  yang
diperhitungkan  dalam  program  pengadaan  pangan  nasional.  Ditinjau  dari  sisi produksi  pangan  khususnya  beras, peran  signifikannya  dapat  diamati  dalam  hal penyaluran  prasarana  dan  sarana  produksi mulai  dari  pupuk,  bibit,  obat-obatan, RMU sampai dengan pemasaran gabah atau beras. Meskipun demikian dari sisi konsumsi,  ketersediaan bahan pangan bagi  konsumen  seringkali menjadi bahan perbincangan sebab jaminan kualitas dan kuantitas tidak selalu terpenuhi.

Sementara  itu,  di  dalam  negeri  telah  terjadi  berbagai  perubahan  seiring dengan  berlangsungnya  era  globalisasi  dan  liberalisasi  ekonomi  dan  kondisi tersebut  membawa  konsekuensi  serius  dalam  hal  pengadaan  bahan  pangan. Secara  konseptual  liberalisasi  ekonomi  dengan  menyerahkan  kendali  roda
perekonomian  kepada mekanisme pasar  ternyata dalam prakteknya belum  tentu secara  otomatis  berpihak  kepada  komunitas  ekonomi  lemah  atau  kecil.  Kondisi yang  relatif  identik berlangsung di sektor pangan dan diperkirakan karena belum tertatanya  sistem  produksi  dan  distribusi  dalam mengantisipasi  perubahan  yang sudah terjadi. Semula peran Bulog sangat dominan dalam pengadaan pangan dan penyangga  harga  dasar,  tetapi  sekarang  setelah  tiadanya  paket  skim  kredit pengadaan  pangan  melalui  koperasi  dan  dihapuskannya  skim  kredit  pupuk bersubsidi  maka  pengadaan  pangan  hampir  sepenuhnya  diserahkan  kepada mekanisme  pasar.  Sebagai  dampaknya,  peran  koperasi  dalam  pembangunan pertanian dan ketahanan pangan semakin tidak berarti lagi. Bahkan sulit dibantah apabila  terdapat  pengamat  yang  menyatakan  bahwa  pemerintah  tidak  lagi  memiliki  konsep  dan  program  pembangunan  koperasi  yang  secara  jelas memposisikan koperasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

umber : makalah pdf  bab 1

http://www.smecda.com/kajian/files/laporan/Laporan…/BAB%201.pdf

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s