Ideologi koperasi

Posted: Oktober 10, 2011 in Uncategorized

1. Ideologi Koperasi
Pengertian ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan tujuan atas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup; cara berpikir seseorang atau sesuatu golongan; paham; teori; dan tujuan yang terpadu merupakan satu program sosial politik (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, 1989).Berarti pengertian ideologi koperasi, apabila dinyatakan secara bebas, antara lain; dapat dikatakan :

”Paham yang menjiwai, memberi arah untuk mencapai tujuan dari koperasi secara mendalam. Merupakan tuntunan berpikir, pedoman bertindak dari paham koperasi untuk menuju tercapainya cita-cita koperasi.

” Ideologi erat kaitannya dengan cita-cita. Ide mendasar yang menjadi pegangan seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dari ideologi itu, selanjutnya akan dijabarkan lebih jauh menjadi program. Kemudian diproyeksikan menjadi tindakan implementasi sehari-hari.

Koperasi mempunyai landasan idiil dan strukturiil, antara lain, Pancasila sebagai landasan idiil dan Undang Undang Dasar 1945 sebagai landasan strukturiil. Jiwanya adalah Pancasila, landasan strukturnya atau bentuknya adalah Undang Undang Dasar 1945 (pasal 33).
Pancasila merupakan Dasar negara dan filosofi bangsa merupakan kesatuan yang utuh dari setiap sila tersebut, menjadi satu kesatuan.
Para pendiri bangsa dan negara diawal kemerdekaan, mempunyai keyakinan bahwa keseimbangan hidup akan tercapai apabila berdasarkan kepada keselarasan dan keseimbangan, baik dalam hidup manusia sebagai pribadi, dalam hubungan manusia dengan masyarakat, manusia dengan alam.

Dalam hubungan bangsa dengan bangsa-bangsa lain, mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagian rohaniah dan dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Pancasila merupakan landasan idiil yang dianggap sangat tepat bagi koperasi di Indonesia.

Koperasi sebagai wadah perekonomian rakyat, berwatak sosial serta sebagai alat pendemokrasian ekonomi, diharapkan sanggup melaksanakan tugas sebagai penyangga perekonomian nasional.

Berdasarkan pemikiran seperti ini, nampaknya diambillah keputusan bahwa Koperasi Indonesia dilandasi dengan landasan-landasan Pancasila, Undang – undang Dasar 1945, Setia kawan dan kesadaran berpribadi, dengan penegasan bahwa Pancasila dengan Sila-sila yang terdapat di dalamnya merupakan landasan idiil.

Sedangkan Undang-undang Dasar 1945 merupakan Landasan strukturilnya; Pasal 33, sebagai pedoman geraknya, sedang landasan mentalnya adalah setia kawan dan kesadaran berpribadi.

Landasan idiil Pancasila dapat dilihat, antara lain dari kandungan yang terdapat dalam prinsip koperasi.

1.Ketuhanan Yang Maha Esa

Meliputi prinsip koperasi yang bersifat terbuka dan sukarela. Berarti koperasi tidak menekankan pada keyakinan, kepercayaan tertentu saja. Tidak membedakan suku, budaya dan bersifat sukarela, terbuka bersifat ketuhanan.

Hal ini merupakan keputusan yang tepat, mengingat Indonesia terdiri dari beraneka ragam, suku, agama dan budaya.
Selanjutnya ketentuan khusus dan jenis koperasi, diatur tersendiri di dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangg dan peraturan lainnya..

2.Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Dikembangkan sikap saling menghormati dan diberi hak dan kewajiban yang sama bagi anggota koperasi. Di dalam point kelima dalam prinsip koperasi mengembangkan kesejahtraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya, berarti dikandung nilai setiap manusia hendaknya jangan hanya mementingkan diri sendiri.

3. Persatuan Indonesia

Diantaranya dijelaskan, persyaratan keanggotaan koperasi tidak membeda-bedakan agama, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin asal mempunyai kepentingan yang sama dan dipenuhi peryaratan lain, dapat diterima sebagai anggopta koperasi.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyarawatan.

Di sini dilihat dari prinsip koperasi, bahwa koperasi dikelola secara demokratis, hal ini dijiwai oleh Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah
Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan. Juga pemegang kekuasaan tertinggi dari koperasi adalah Keputusan Rapat Anggota Koperasi. Demikian pula setiap keputusan diambil dengan mengedepankan musyawarah untuk mufakat.

5.Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

Koperasi dibentuk untuk meningkatkan taraf hidup para anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Koperasi sebagai perkumpulan orang-orang dan bukan perkumpulan modal. Sebagaimana tersebut didalam melaksanakan Pembagian Sisa Hasil Usaha Koperasi bahwa, Sisa Hasil Usaha yang timbul akibat dari pemberian pelayanan terhadap anggota, sisa tersebut dibagikan dengan adil sesuai dengan jasa partisipasinya kepada koperasi.

2. Prinsip-prinsip Koperasi

Melaksanakan seluruh prinsip koperasi berarti koperasi mewujudkan dirinya sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berwatak sosial. Prinsip koperasi merupakan khas yang membedakan dengan badan usaha lain.

Hanya koperasilah yang harus di dalam kegiatannya berlandaskan prinsip koperasi. Apabila tidak melaksanakan prinsip koperasi secara keseluruhan, berarti badan usaha dan organisasi ekonomi sosial tersebut bukanlah koperasi. Pelaksanaan prinsip koperasi harus menyeluruh tidak boleh sepotong-sepotong.

Prinsip koperasi terdiri dari, antara lain :

a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka :
Sifat kesukarelaan mengandung makna, menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksa dan tidak terpaksa.

Dipaksa oleh siapa pun atau karena keadaan terpaksa. Kesukarelaan mengandung arti pula, seorang anggota dapat mengundurkan diri sesuai dengan persyaratan dalam Anggaran Dasar Koperasi. Sedangkan sifat terbuka berarti keanggotaan tidak dilakukan diskriminasi, diatur sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
Prinsip demokrasi menunjukkan pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Para Anggota itulah yang memegang dan melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.

Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan yang demikian itu, merupakan perwujudan nilai kekeluargaan dan keadilan.

d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.

Modal dalam koperasi pada dasarnya dipergunakan untuk kemanfaatan anggota dan bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Oleh karena itu balas jasa terhadap modal yang diberikan kepada para anggota terbatas, wajar dalam arti tidak melebihi suku bunga yang berlaku di pasar.

e. Kemandirian

Kemandirian mengandung pengertian dapat berdiri sendiri, tanpa bergantung pada pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan, dan usaha sendiri.

Dalam kemandirian terkandung pula pengertian kebebasan yang bertanggung jawab, otonomi, swadaya, berani mempertanggung jawabkan perbuatan sendiri, dan kehendak untuk mengelola diri sendiri. Dalam mengembangkan koperasi, maka koperasi melaksanakan pula prinsip koperasi sebagai berikut:

f. Pendidikan Anggota

Untuk pengembangan, koperasi juga melaksanakan pendidikan, baik pendidikan bagi anggota koperasi maupun Pengurus, Pengawas, Pengelola maupun karyawan koperasi.

g. Kerja sama antar koperasi
Kerja sama antara koperasi, antara lain dimaksud adalah kerja sama horizontal maupun vertical. Bahkan kalau memungkin kerja sama dengan non koperasi asal saja diuntungkan.

 

sumber=http://www.bisnisbali.com/2007/09/03/news/opini/ae.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s