DAMPAK PSAK 16, PSAK 42, PSAK 50,55,60) TERHADAP PT. ALAM SUTERA REALTY Tbk

Posted: Mei 5, 2014 in Uncategorized

DAMPAK PSAK 16, PSAK 42, PSAK 50,55,60 TERHADAP PT. ALAM SUTERA REALTY Tbk

ASET TETAP(PSAK 16)
Goup menerapkan PSAK No. 16”Aset Tetap “. Berdasarkan PSAK revisi ini suatu entitas harus memilih antara model biaya dan model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas asset tetap. Group telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran asset tetapnya. Untuk entitas anak yang telah melakukan revaliuasi asset tetap tertentu sebelum revisi PSAK, karena Group menerpkan model biaya maka nilai revaluasi dari asset tersebut dianggap sebagai biaya perolehan. Selisih nilai revaluasi asset tetap yang masih ada padasaat pertama kali penerapan revisi PSAK harus diklasifikasikan ke dalam saldo laba.
Awalnya suatu asset tetap diukur sebesar biaya perolehan, yang terdiri dari harga perolehannya dan biaya yang dapat didistribusikan secara langsung untuk membawa asset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan dan maksud manajemen, serta stimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan asset tetap dan restorasi lokasi asset
Biaya setelah perolehan awal seperti penggantian komponen dan inspeksi yang signifikan, diakui dalam jumlah tercatat asset tetap jika besar kemungkinanmanfaat ekonomis dimasa depan mengalir ke perusahaan dan biaya tersebut dapat di ukur secara andal.sisa jumlah tercatat biaya komponen yang diganti atau biaya inspeksi terdahulu dihentikan pengakuannya.biaya perawatan sehari hari asset tetap diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
Penyususutan asset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis asset tetap sebagai berikut:
Jenis asset tetap                         Masa manfaat
Bangunan                                   10-20 tahun
Kendaraan                                  8 tahun
Perlengkapan kantor                  4-8 tahun
Peralatan proyek                       2-4 tahun

Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direvisi setiap akhir tahun buku untuk memestikan nilai residu, umur manfaat dan metode depresiasi diterapkan secara konsistensesuai dengan ekspektasi pola manfaat ekonomis dari asset tersebut.
Ketika suatu asset dilepaskan atau tidak dimanfaatkan ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya, biaya perolehannya dan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nila, jika ada dikeluarkan dari akun tersebut.laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan asset tetap akan dimasukkan dalam laporan laba rugi.

a

 

 

PAJAK PENGHASILAN(PSAK 42)
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Entitas Induk dan Anak menerapkan PSAK 46 (Revisi 2010), yang mensyaratkan Perseroan untuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan mendatang dari pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, dan transaksi dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam laporan keuangan.

Dampak penerapan PSAK No. 46 (Revisi 2010) pada perusahaan:
PSAK 46 (Revisi 2010) menimbulkan dampak perubahan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasi, yang sebelumnya pada tgl 1 januari 2012 perusahaan mencatat bunga dan denda untuk kekurangan pembayaran pajak penghasilan dalam penghasilan (beban) lain-lain. Sedangkan pada tanggal 1 Januari 2012 PSAK 46 (Revisi 2010) mulai efektif, perusahaan mencatat bunga dan denda untuk kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan sebagai bagian dari manfaat beban pajak penghasilan periode berjalan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasi.

 

INSTRUMEN KEUANGAN( PSAK 50,55,60)

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perseroan menerapkan PSAK 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK 55 (Revisi 2011),“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK 60.

Dampak dari penerapan PSAK No. 50 (Revisi 2010), PSAK No. 55 (Revisi 2011) dan PSAK No. 60 yaitu :
Dampak dari ketiga PSAK ini sangat berpengauh pada laporan keunagan perusahaan yang dalam penyajiannya mengharuskan pengungkapan persyaratan penajian dari instrumen keuangan dan mengindentifikasi informasi, adanyanya pengakuan aset keuangan, liabilitas keuangan, serta mensyaratkan pengungkapan signifikansi instrumen keuangan untuk posisi keunagan dan kinerja.
Instrumen keuangan pada aset keuangan pengakuan awal, aset keuangan diakui pada nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi, kecuali apabila aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan pengakuan setelah pengakuan awal, pada pengakuan setelah pengakuan awal ini memiliki klafikasi yaitu aset keuangan yang diantur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual. liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, dan liabilitas keuangan lain-lain; dan melakukan evaluasi kembali atas kategori-kategori tersebut pada setiap tanggal pelaporan, apabila diperlukan dan tidak melanggar ketentuan yang disyaratkan.

Referensi :

http://www.idx.co.id
http://www.alamsuterarealty.co.id/

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-16.pdf
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-46-revisi-2010-Pajak-Penghasilan.pdf

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/03/PSAK-50-dan-55-overview.pdf

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-55-Instrumen-Keuangan-Pengakuan-dan-Pengukuran.pdf

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-60-revisi-2010-Instrumen-Keuangan_Pengungkapan.pdf

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s